Selasa, 20 November 2012
Gunung Meletus
DUARRRRRR.....begitu kira-kira bunyi dari letusan sebuah gunung berapi aktif. Letusan yang terjadi tentu tidak hanya sekali, namun berkali-kali sehingga menghasilkan abu yang tersebar ke daerah sekitar gunung api tersebut. Selain abu, ada material lain yang dapat dihasilkan oleh gunung api ini, seperti awan panas dan lahar panas. Setelah gunung berapi berhenti meletus, masih ada satu lagi ancaman yang di berikan ke daerah-daerah disekitarnya, yaitu lahar dingin. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang bahaya gunung api, tapi....kita akan menjawab pertanyaan dari kakaknya AMI yaitu KENAPA GUNUNG BERAPI BISA MELETUS?
Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu diketahui dulu arti dari gunung berapi/gunung api. Apakah gunung api itu? Gunung api yaitu sebuah gunung yang mempunyai saluran panjang yang terhubung ke batuan panas yang cair yang ada didalam perut bumi. Jika ingin lebih memahami arti gunung api, coba tengok link ini.
Setelah mengenal gunung api, mari kita jawab pertanyaan tadi, KENAPA GUNUNG BERAPI BISA MELETUS?
Jawabannya yaitu KARENA ADANYA TEKANAN MAGMA YANG BERASAL DARI DALAM BUMI
. Tekanan magma ini akan semakin membesar jika saluran yang ada didalam gunung tersumbat atau kurang lebar. Jika keadaannya seperti ini, gunung ini akan meletus dengan hebat.
Lalu, kenapa saluran yang tersumbat bisa menghasilkan letusan yang hebat? Jawabnya karena volume ruang magma didalam yang sempit sedangkan suhu yang membesar ditempat itu membesar akan menghasilkan nilai tekanan yang besar. Bahasa kerennya, nilai Tekanan pada suatu ruangan, berbanding lurus dengan nilai suhu dan berbanding terbalik dengan nilai volume di tempat itu. Artinya, jika suhu didalam ruang magma gunung berapi membesar sedangkan volume ruang magma di dalam gunung tetap atau bahkan mengecil/tersumbat, tekanan yang dihasilkan akan besar. Tekanan inilah yang menghasilkan letusan gunung berapi. Jelas?... ;)
DUARRRRRR.....begitu kira-kira bunyi dari letusan sebuah gunung berapi aktif. Letusan yang terjadi tentu tidak hanya sekali, namun berkali-kali sehingga menghasilkan abu yang tersebar ke daerah sekitar gunung api tersebut. Selain abu, ada material lain yang dapat dihasilkan oleh gunung api ini, seperti awan panas dan lahar panas. Setelah gunung berapi berhenti meletus, masih ada satu lagi ancaman yang di berikan ke daerah-daerah disekitarnya, yaitu lahar dingin. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang bahaya gunung api, tapi....kita akan menjawab pertanyaan dari kakaknya AMI yaitu KENAPA GUNUNG BERAPI BISA MELETUS?
Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu diketahui dulu arti dari gunung berapi/gunung api. Apakah gunung api itu? Gunung api yaitu sebuah gunung yang mempunyai saluran panjang yang terhubung ke batuan panas yang cair yang ada didalam perut bumi. Jika ingin lebih memahami arti gunung api, coba tengok link ini.
Setelah mengenal gunung api, mari kita jawab pertanyaan tadi, KENAPA GUNUNG BERAPI BISA MELETUS?
Jawabannya yaitu KARENA ADANYA TEKANAN MAGMA YANG BERASAL DARI DALAM BUMI
. Tekanan magma ini akan semakin membesar jika saluran yang ada didalam gunung tersumbat atau kurang lebar. Jika keadaannya seperti ini, gunung ini akan meletus dengan hebat.
Lalu, kenapa saluran yang tersumbat bisa menghasilkan letusan yang hebat? Jawabnya karena volume ruang magma didalam yang sempit sedangkan suhu yang membesar ditempat itu membesar akan menghasilkan nilai tekanan yang besar. Bahasa kerennya, nilai Tekanan pada suatu ruangan, berbanding lurus dengan nilai suhu dan berbanding terbalik dengan nilai volume di tempat itu. Artinya, jika suhu didalam ruang magma gunung berapi membesar sedangkan volume ruang magma di dalam gunung tetap atau bahkan mengecil/tersumbat, tekanan yang dihasilkan akan besar. Tekanan inilah yang menghasilkan letusan gunung berapi. Jelas?... ;)
Gunung meletus bisa terjadi karena endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C.
macam-macam gunung
Gunung api memiliki beragam ukuran dan bentuk tergantung lokasi terbentuknya. Faktor geologi mempengaruhi berbagai macam-macam gunung api ini.
Stratovolcano
Banyak gunung api terletak pada barisan Cascade masuk dalam kategori ini. Gunung St. Helen, Hood, dan Ranier merupakan contoh klasiknya.
Contoh lain di seluruh dunia, termasuk Pinatubo di Filipina dan Tungurahua di Ekuador. Gunung tipe ini biasanya memiliki sisi curam yang tercipta karena lava dan aliran pyroclastic dari aktivitasnya bertahun-tahun, dekade atau abad. Biasanya terdapat ventilasi tengah dekat puncak gunungnya. Stratovolcano seringkali disebut juga sebagai gunung api komposit.
Kaldera
Kaldera tercipta sa. Kaldera terbesar di dunia yaitu Kaldera Yellowstone yang tercipta akibat serangkaian runtuhan ruang magma. Kaldera lain at ruang magma besar terbentuk di bawah permukaan bumi diikuti sebuah letusan. Selama letusan, ruang magma menjadi kosong dan runtuh meninggalkan depresi pada lanskap. Besar kaldera yaitu beberapa mil hingga 10 mil (16 km) atau bahkan lebih besardapat ditemukan di Long Valley, California. Kaldera lazim ditemukan di Islandia, Eropa dan Afrika.
Perisai
Gunung api perisai tak memiliki lereng curam seperti stratovolcano. Gunung api ini terbentuk dari aliran lava di sepanjang retakan di bumi. Gunung api perisai umumnya terbentuk bersama dengan retakan di titik panas kerak bumi. Serangkaian gunung api di sepanjang retakan memiliki perisai dan struktur kerucut abu. Rangkaian Kepulauan Hawaii memiliki gunung tipe ini, termasuk gunung Mauna Loa dan Kilauea.
Campuran
Ketika banyak ventilasi mencapai permukaan, gunung api memiliki banyak karakteristik. Gunung api ini diklasifikasikan dalam gunung api campuran. Struktur gunung ini terbentuk pada waktu yang berbeda-beda. Contohnya, letusan pada satu ventilasi menciptakan perisai atau kerucur, sementara ventilasi lainnya menciptakan stratovolcano. Gunung Pacaya di Guatemala memiliki beberapa puncak dan pada setiap bentuknya memiliki stratovolcano dan kerucut. Gunung ini aktif memproduksi abu dan lava sejak 1965.
Renggang
Lempeng tektonik secara literal mengambang pada mantel bumi membentuk kerak. Lempeng ini saling mendorong di beberapa wilayah, namun di wilayah lain akan saling menjauh. Area di mana tektonik saling menjauh disebut gunung api renggang. Renggangan dapat membentuk retakan sepanjang permukaan bumi. Ventilasi yang ada berhubungan dengan gunung renggang di sepanjang permukaan bumi. Area renggangan dominan terjadi di dasar laut Mid Atlantic Ridge. Sepanjang pegunungan ini, lava didorong keluar menciptakan pegunungan di bawah Samudera Atlantik. Gunung tipe ini banyak dijumpai di Islandia.
Gunung Meja
Gunung ini merupakan hasil letusan gunung di bawah gletser. Gunung ini terbentuk dari lava dan gas menghasilkan gunung dengan bentuk hampir seperti kubus. Contoh klasik gunung meja adalah Herdubreid di Islandia. Gunung ini pernah meletus 10 ribu tahun silam ketika terjadi retakan di bawah es.
Kerucut Sinder dan Tuff
Kerucut sinder terbentuk ketika scoria (lava ) keluar selama letusan, dan mendingin saat keluar dari ventilasi. Scoria biasanya berpori dan ringan. Kerucut Tuff terbentuk dari letusan gunung yang mengeluarkan abu dan batu apung. Gunung Paricutin di Mexico merupakan kerucut sinder. Paricutin muncul pada Februari 1943. Dalam hitungan hari, kerucut sinder setinggi 100 kaki (30,5 meter) tercipta dan letusan terus berlanjut. Gunung terus meletus hingga 1952, ketika letusan reda, gunung baru setinggi 1.300 kaki (396 m) pun terbentuk.
sumber: http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TKfLI/~3/PwudQfBgK2Y/inilah-macam-macam-gunung-api-berbahaya.html
jenis gunung
Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu.
Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.
Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:
Aliran lava.
Letusan gunung berapi.
Aliran lumpur.
Abu.
Kebakaran hutan.
Gas beracun.
Gelombang tsunami.
Gempa bumi.
Jenis Gunung Berapi Berdasarkan Bentuknya
1. Stratovolcano
Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), kadang-kadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini.
2. Shield Volcano
Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.
3. Cinder Cone Volcano
Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.
4. Kaldera Volcano
Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Gunung Bromo merupakan jenis ini.
Tipe Letusan (Erupsi) Gunung Berapi
Berdasarkan tinggi rendahnya derajat fragmentasi dan luasnya, juga kuat lemahnya letusan serta tinggi tiang asap, maka gunungapi dibagi menjadi beberapa tipe erupsi:
Tipe Hawaiian,yaitu erupsi eksplosif dari magma basaltic atau mendekati basalt, umumnya berupa semburanlava pijar, dan sering diikuti leleran lava secara simultan, terjadi pada celah atau kepundan sederhana;
Tipe Strombolian, erupsinya hampir sama dengan Hawaiian berupa semburan lava pijar dari magma yang dangkal, umumnya terjadi pada gunungapi sering aktif di tepi benua atau di tengah benua;
Tipe Plinian, merupakan erupsi yang sangat ekslposif dari magma berviskositas tinggi atau magma asam, komposisi magma bersifat andesitik sampai riolitik. Material yang dierupsikan berupa batuapung dalam jumlah besar;
Tipe Sub Plinian, erupsi eksplosif dari magma asam/riolitik dari gunungapi strato, tahap erupsi efusifnya menghasilkankubah lava riolitik. Erupsi subplinian dapat menghasilkan pembentukan ignimbrit;
TipeUltra Plinian, erupsi sangat eksplosif menghasilkan endapan batuapung lebih banyak dan luas dari Plinian biasa;
Tipe Vulkanian, erupsi magmatis berkomposisi andesit basaltic sampaidasit, umumnya melontarkan bom-bom vulkanik atau bongkahan di sekitar kawah dan seringdisertai bom kerak-roti atau permukaannya retak-retak. Material yang dierupsikan tidak melulu berasal dari magma tetapi bercampur dengan batuan samping berupa litik;
Tipe Surtseyan dan Tipe Freatoplinian, kedua tipe tersebut merupakan erupsi yang terjadi pada pulau gunungapi, gunungapi bawah laut atau gunungapi yang berdanau kawah. Surtseyan merupakan erupsi interaksi antara magma basaltic dengan air permukaan atau bawah permukaan, letusannya disebut freatomagmatik. Freatoplinian kejadiannya sama dengan Surtseyan, tetapi magma yang berinteraksi dengan air berkomposisi riolitik.
Letusan-letusan gunung berapi kemudian dapat dikelompokkan juga berdasarkan tipe lavanya seperti dibawah ini:
Tingkat Isyarat Gunung Berapi di Indonesia
Gunung api yang akan meletus biasanya memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut:
a) Suhu di sekitar gunung naik
b) Mata air menjadi kering
c) Sering mengeluarkan suara gemuruh dan kadang-kadang disertai getaran (gempa)
d) Tumbuhan di sekitar gunung menjadi layu, dan binatang di sekitar gunung bermigrasi.
Sumber : Wikipedia , vulkanologigeounpad.wordpress.com
About these ads
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
















0 komentar:
Posting Komentar